Puisi " Rindu Kelam"
By: Nur'Alia Sasmita
Ketika malam tiba di sebuah lereng tak bertuan
Arah angin menyisir lebatnya pepohonan
Siang-siang bintang tenggelam
Jelatanya indah senyuman
Wahai.. dia yang penuh kebencian
Kembalilah
Pada titik pertemuan
Aku masih disini
Di kursi coklat tua, depan pojok kusam
Aku masih disini
Mengharap cerita kita akan berlanjut
Mengharap ada secuil nyayian indah
Betapa ceria mentari hari itu
Tapi aku penuh dengan badai besar
Aku masih disini
Membaca,
Menapaki lembah cerita pertama bermula
Aku
Entah masih disini
~CINTA~
Cinta
Dia bilang adalah surga penuh godaan
Dia bilang manusia perlu berkasih untuk bahagia
Dia bilang air mata adalah obat dalam cinta
Tapi kenapa?
Percintaanku selalu hancur tak tersisa
Gelap saat malam
Hilang di waktu petang
Dia hanya datang sebentar
Menggores warna, lalu pergi seketika
Dia bilang umurku bukanlah angka
Dia bilang hidup akan berwarna ketika Cupid tiba
Dia bilang perawan menanti di balik bingkai permata
Namun bagiku, hujan selalu tiba
Membasuh warna yang pernah kutitipkan
Petir menjadi kawan dalam senyap
Bersama, kami menyanyikan kesedihan tanpa suara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar